Standar dan Norma
Football / Soccer Bleep Test Standards
Jika Anda mencari tes bleep sepak bola atau “skor tes bleep pesepakbola”, penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya diukur oleh sebagian besar klub. Tes bleep klasik masih digunakan di beberapa lingkungan, tetapi banyak program profesional lebih memilih tes intermiten seperti seri Yo-Yo karena lebih mencerminkan tuntutan pertandingan yang berhenti-mulai.
Standar profesional
Di tingkat profesional, kondisi sepak bola biasanya dilacak dengan serangkaian tes daripada satu angka lulus/gagal. Serangkaian tes itu sering kali mencakup:
- Daya tahan intermiten: Tes pemulihan intermiten Yo-Yo (IR1 / IR2) atau protokol shuttle + pemulihan serupa.
- Kemampuan sprint ulang: beberapa sprint pendek dengan istirahat terbatas.
- Kecepatan dan percepatan: pengukuran sprint 10–30m.
- Kekuatan dan daya: tolok ukur berbasis gym (spesifik klub).
Itu tidak berarti tes bleep "salah". Tes ini masih bisa berguna untuk kapasitas aerobik dasar, terutama dalam kelompok besar. Ini hanyalah salah satu (atau standar utama) yang digunakan di banyak lingkungan profesional.
Persyaratan akademi
Akademi sering menguji lebih sering daripada tim utama, tetapi formatnya tergantung pada organisasi. Beberapa akademi menggunakan tes bleep karena mudah diterapkan di berbagai kelompok usia, sementara yang lain menggunakan tes Yo-Yo agar tuntutan tes sesuai dengan gaya lari berhenti-mulai dalam pertandingan.
Ketika Anda mendengar seorang pelatih bertanya “level tes bleep apa untuk sepak bola?”, jawaban yang sebenarnya adalah: level yang diperlukan (jika ada) ditetapkan secara internal dan harus diukur terhadap trek audio tepat dan panjang jalur yang digunakan oleh akademi Anda.
Perbedaan posisi
Sepak bola bukanlah pekerjaan fisik yang seragam. Posisi, peran taktis, dan gaya bermain mengubah tuntutan lari dalam pertandingan, dan itu cenderung terlihat dalam hasil tes ketahanan:
- Peran gelandang: sering melibatkan pergerakan terus-menerus yang lebih tinggi dan usaha yang berulang, sehingga skor daya tahan sering menjadi fokus.
- Pemain sayap dan bek sayap: umumnya melakukan usaha berkecepatan tinggi yang berulang dan pemulihan, jadi tes intermiten bisa sangat relevan.
- Pemain bertahan tengah: masih membutuhkan basis aerobik yang kuat, tetapi akselerasi, kekuatan, dan usaha pendek yang berulang bisa lebih membatasi daripada ketahanan murni.
- Penjaga gawang: memiliki tuntutan energi yang sangat berbeda; skor daya tahan umumnya diinterpretasikan berbeda dibandingkan dengan pemain lapangan.
tolok ukur Liga Premier
Tidak ada "tanda lulus tes bleep Premier League" publik yang diterbitkan di seluruh klub. Klub dan liga menjaga standar kinerja internal, dan standar tersebut juga berubah seiring dengan staf pelatih dan praktik ilmu olahraga.
Apa yang dapat diukur secara publik adalah bagaimana pemain profesional elit tampil dalam tes yang umum digunakan. Misalnya, data yang dipublikasikan dari kelompok sepak bola elit menggunakan Yo-Yo Intermittent Recovery Test Level 2 melaporkan skor yang lebih tinggi pada pemain tingkat lebih tinggi dan perbedaan yang jelas antara penjaga gawang dan posisi di lapangan.
Contoh: Jarak Yo-Yo IR2 yang dilaporkan dalam kelompok sepak bola elit
| Grup | Jarak Yo-Yo IR2 (rata-rata) |
|---|---|
| Pemain elit internasional | ~1059m |
| Pemain elit yang moderat | ~771m |
| Kiper (contoh posisi) | ~628m |
Tabel ini disertakan sebagai contoh bagaimana program elit sering membandingkan tes intermiten. Ini bukan nilai kelulusan universal dan ini bukan skor tes bleep klasik.
Tingkat pemuda
Untuk pemain muda, skor ketahanan yang "baik" adalah yang meningkat secara bertahap sambil menjaga pemain tetap sehat dan tersedia untuk latihan. Pengujian yang berlebihan adalah kesalahan umum: tes bleep maksimal yang sering dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi kualitas latihan.
Pendekatan praktis untuk pemuda adalah:
- Uji sesekali (misalnya, sekali per blok pelatihan).
- Gunakan versi tes yang sama setiap kali (tes bleep 20m, tes bleep 15m, Yo-Yo IR1, dll.).
- Lacak perbaikan terhadap skor sebelumnya pemain dan norma skuad.
Terkait: the Tes Yo-Yo halaman menjelaskan mengapa sepak bola sering menggunakan tes intermiten, dan {0} Grafik Tingkat membantu Anda menginterpretasikan hasil tes bleep klasik.
Poin-poin kunci
- Klub sering menggunakan tes Yo-Yo, bukan hanya tes bleep.
- Tolok ukur bervariasi berdasarkan posisi dan tingkat
- "Pass mark" publik untuk "Premier League" jarang terjadi
- Gunakan versi tes yang konsisten untuk perbandingan